FilmBalikpapan – Di tengah geliat industri kreatif yang mulai tumbuh di Balikpapan, hadir sebuah komunitas yang menjadi tonggak penting bagi para pelaku film lokal, Film Balikpapan Community. Komunitas ini didirikan sebagai wadah bagi sineas dan talenta kreatif untuk berkumpul, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi bersama dalam dunia perfilman.
Dengan semangat kolektif dan kebersamaan, Film Balikpapan Community tak hanya menjadi tempat untuk menyalurkan bakat dan karya, tapi juga menjadi ruang belajar yang terbuka. Anggotanya aktif berbagi pengalaman, mengadakan pelatihan, serta memproduksi karya bersama sebuah upaya nyata membangun ekosistem film lokal yang kuat dan berkelanjutan.
Di balik keberhasilan komunitas ini, nama Agust Sabhara menjadi sosok sentral yang tak bisa dipisahkan. Dikenal luas sebagai pendiri dan penggerak utama Film Balikpapan Community, Agust adalah seorang film maker independen dengan visi besar menjadikan Balikpapan sebagai pusat industri kreatif yang bertumbuh dan diperhitungkan.
Karier Agust dimulai sebagai video jurnalis di berbagai media nasional, termasuk TVONE. Berbekal pengalaman dalam liputan berita dan produksi film dokumenter, ia kemudian meluaskan cakupannya ke dunia CGI dan animasi, sebuah ranah yang masih langka di Balikpapan namun memiliki potensi besar untuk berkembang.
Tak hanya berkarya di balik layar, Agust juga aktif mencetak talenta baru. Melalui Film Balikpapan Community, ia membuka kelas-kelas pelatihan cinematography, film making, hingga akting, yang terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar.
“Harapan saya, perfilman di Balikpapan bisa berkembang menjadi industri kreatif yang sesungguhnya, bukan sekadar hobi. Kita punya banyak potensi, tinggal bagaimana kita mengasah dan memanfaatkannya,” ujar Agust.
Dengan komitmen dan dedikasi yang tinggi, Agust Sabhara, atau yang akrab dijuluki Tsabaraja, terus mendorong agar karya-karya dari Balikpapan mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di panggung nasional dan internasional. Film Balikpapan Community pun kini menjelma sebagai motor penggerak utama geliat perfilman indie di kota minyak.