Pra Produksi Film “Dayak” Dimulai, Jadi Media Pelestarian Budaya dan Edukasi Sejarah

oleh -1587 Dilihat
oleh

BALIKPAPAN – Upaya pelestarian budaya dan sejarah masyarakat Dayak kini diwujudkan melalui sebuah proyek film berjudul “Dayak” yang resmi memasuki tahap pra produksi.
Film ini digagas sebagai media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Borneo kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai sejarah kehidupan Suku Dayak pada masa sebelum penjajahan.

Ketua Tim Produksi, Thoesang TT Asang, mengatakan bahwa proyek ini tidak hanya mengedepankan unsur hiburan, tetapi juga membawa misi besar untuk menjaga nilai budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, film akan tetap menarik bagi penonton karena memadukan adegan laga, kisah romantisme, humor, hingga unsur mistis khas Dayak, namun seluruh elemen tersebut tetap dibangun di atas dasar sejarah yang kuat.
“Film ini akan menghadirkan adegan laga, romantisme seperti cinta terlarang, hingga unsur mistis seperti mandau terbang dan ilmu gaib suku Dayak,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Salah satu fokus utama cerita adalah dinamika konflik antarsuku Dayak yang kemudian berakhir damai melalui peristiwa penting Perjanjian Tumbang Anoi, sekaligus menampilkan interaksi masyarakat Dayak dengan kelompok luar yang datang ke Kalimantan.

Untuk memperkuat identitas budaya, film ini akan menampilkan berbagai tradisi seperti ngayau, lengkap dengan properti autentik berupa rumah betang, mandau, sumpit, dan perisai khas Dayak.

Aspek sejarah juga akan digarap secara mendalam melalui penokohan panglima, kehidupan sosial masyarakat, serta penggunaan bahasa asli Dayak dalam dialog, yang dipadukan dengan bahasa Indonesia agar dapat menjangkau penonton lebih luas.
Memasuki tahap pra produksi, tim juga membuka ruang partisipasi publik melalui audisi dan casting yang dijadwalkan pada 3 Juni hingga 8 Agustus 2026.

Adapun pendaftaran telah dibuka sejak 1 April sampai 1 Juni 2026 dan menjangkau peserta dari lima provinsi, sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam mendukung film budaya ini.

Penanggung Jawab Produksi, Abriantinus, menyebut proyek ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai pemerintah daerah hingga kementerian.
Menurutnya, film ini merupakan inisiatif masyarakat Dayak untuk memperkenalkan warisan sejarah kepada khalayak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Sekaligus menjadi media edukasi dan promosi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.(red)