FilmBalikpapan, , 29 Mei 2025 — Penggiat film lokal, Agust Sabhara, menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia perfilman. Dalam wawancaranya, Agust menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan alat bantu yang sangat potensial, terutama bagi para sineas muda dan pelaku film lokal.
“AI bukan merupakan ancaman. Justru bisa membantu para sineas baru untuk berkreasi dengan biaya yang rendah,” ujar Agust.
Menurutnya, manfaat AI sangat luas, mulai dari proses penulisan naskah, storyboard otomatis, hingga pengolahan visual efek. Teknologi ini membuka ruang bagi sineas dengan sumber daya terbatas untuk menghasilkan karya yang berkualitas dan kompetitif.
“Meskipun saat ini masih banyak yang menganggap AI sebagai ancaman, dengan adanya AI kita bisa berinovasi dan mengembangkan diri,” lanjutnya.
Agust yang juga aktif dalam komunitas perfilman di Balikpapan menyoroti kondisi industri film lokal yang masih membutuhkan dorongan besar. Ia menyebutkan bahwa dari segi profesionalitas, kota-kota seperti Balikpapan masih tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah maju lainnya di Indonesia.
“Perfilman di kota Balikpapan khususnya butuh sesuatu yang menarik. Apalagi kalau dari segi profesionalitas masih sangat minim,” katanya.
Ia percaya bahwa AI dapat menjadi jembatan kolaboratif antara sineas dan teknologi, agar perfilman lokal tidak tertinggal.
“Dengan adanya AI, ini bisa menjadi suatu kolaborasi antara sineas dengan teknologi, sehingga kita bisa menyusul dan tidak tertinggal dengan daerah lainnya,” tutupnya.
Agust Sabhara berharap para sineas lokal lebih terbuka terhadap kemajuan teknologi, dan menjadikan AI sebagai alat bantu kreatif yang memperkuat kualitas produksi, bukan sebagai saingan.(admin)